Sabtu, 06 Oktober 2012

Makalah IPA Biologi Sistem Saraf


Sistem Saraf
BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
       Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron.
Cara Kerja Sistem Saraf
Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
a. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
b. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
c. Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
d. Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
e. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.
Skema terjadinya gerak sadar (biasa)         :
Rangsang -reseptor – sel saraf sensorik – otak - sel saraf motorik - efektor- tanggapan
Skema terjadinya gerak tak sadar (refleks) :
Reseptor        sel saraf sensorik         sumsum tulang belakang         sel saraf motorik Efektor

1.2  Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud sistem saraf ?
·         Apa saja penyusun sel saraf ?
·         Apa saja fungsi sistem saraf ?
·         Apa saja klasifikasi sistem saraf ?
·         Bagaimana mekanisme penghantar impuls ?

1.3  Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan dibuatkannya makalah ini yaitu:
1.      Untuk memenuhi tugas makalah biologi tentang Sistem Saraf  
2.      Untuk mengetahui pengertian, penyusun, fungsi, dan klasifikasi sistem saraf
3.      Untuk mengetahui mekanisme penghantar impuls



BAB II
PEMBAHASAN
           Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam
            Sistem saraf di bangun oleh sel-sel saraf. Sel saraf adalah sel khusus menghasilkan pesan-pesan yang dapat disampaikan dari suatu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Sel saraf memiliki dua sifat. Pertama, sel saraf mudah dirangsang dan mampu merespon setiap stimulus. Kedua, sel saraf mampu menghantarkan sebuah pesan, yaitu berupa impuls-impuls saraf.
Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
1.      Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
2.      Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
3.      Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
1.    Struktur sel saraf
     
A.  Dendrit
Dendrit merupakan penjuluran sitoplasma ke beberapa arah, berupa serabut pendek dan bercabang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menerima impuls dari neuron dan diantarkan menuju badan sel.
B.  Badan sel
Badan sel atau soma merupakan bagian neuron yang berukuran besar. Didalam badan sel terdapat nukleus, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, dan badan golgi. Jumlah impuls yang berasal dari dendrit menentukan apakah rangsangan total akan mendapatkan respon.
C.  Akson
Akson adalah bagian dari neuron yang berukuran panjang dan berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel ke luar. Kebanyakan, setiap akson dibungkus oleh selubung mielen. Selubung mielin dapat memperbesar neuron sehingga jalan impuls semakin cepat, yaitu sekitar 120 m perdetik atau 20 kali lebih cepat dibanding neuron yang tidak terbungkus. Selain itu selubung mielin juga berfungsi mencegah kebocoran impuls. Selubung mielin disusun atas sel-sel khusus yaitu sel schwan. Pada bagian akson yang tidak terbungkus selubung mielin adalah nodus Ranvier, yang fungsinya membantu mempercepat impuls. Akson memiliki cabang-cabang dan pada setiap ujungnya terdapat penonjolan yang disebut bonggol akson. Pertemuan antara akson suatu neuron dengan dendrit atau badan sel neuron  lain / sel efektor biasa disebut sinaps.
Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh rangsangan adalah sebagai berikut :
a.       Perubahan dari dingin menjadi panas.
b.      Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan.
c.       Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung.
d.      Suatu benda yang menarik perhatian.
e.       Suara bising.
f.       Rasa asam, manis, asin dan pahit pada makanan.
Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang. Bagannya adalah sebagai berikut.
2.      Gerak refleks
Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Contoh gerak refleks adalah sebagai berikut :

-           Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu
-          Gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata.
-            Menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk.
-            Gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh.
    -      Gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi

2.    Macam-Macam neuron

Berdasarkan fungsinya neuron dibedakan menjadi 3 yaitu :
A.  Neuron Sensorik
Neuron sensorik merupakan neuron yang berfungsi menghantarkan impuls-impuls saraf dari reseptor sensorik ke sistem saraf pusat. Pada neuron sensorik dendrit berhubungan dengan reseptor dan akson berhubungan dengan dendrit neuron yang lain.
B.  Neuron Motorik
Neuron motorik merupakan neuron yang berfungsi menghantarkan impuls-impuls saraf menjauh dari sistem saraf pusat menuju efektor. Pada neuron motorik dendrit berhubungan dengan akson lain dan akson berhubungan dengan efektor.
C.  Neuron Asosiasi ( penghubung )
Neuron asosiasi merupakan neuron yang berfungsi memadukan neuron sensorik dan neuron motorik. Neuron asosiasi menerima input dari neuron sensorik ( neuron asosiasinya lainnya ) yang berasal dari sistem saraf pusat. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. Sinapsis ini terletak antara dendrit dan neurit. Bentuk sinapsis seperti benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat kimia seperti asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase. Zat-zat tersebut berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis.


3.     Mekanisme jalannya impuls saraf
       Sistem saraf biasanya menyampaikan informasinya dengan cara mengirimkan impuls-impuls saraf. Impuls saraf yang dikirimkan adalah berupa loncatan aliran listrik. Ada dua mekanisme jalannya impuls :
A.    Impuls saraf melintasi membran plasma
      Suatu impuls saraf terjadi karena membran plasma dari neuron bersifat semipermeabel, yang hanya dapat dilewati oleh jenis ion-ion tertentu. Pada dasarnya, akson adalah membran pembuluh yang berisi sitoplasma. Ketika akson dalam keadaan istirahat, sitoplasma di dalam membran sel mampu bermuatan lebih negatif dibandingkan dengan cairan di luar membran sel, keadaan ini disebut potensial istirahat.
      Ketika membran plasma akson dirangsang, maka permeabilitas terhadap ion natrium meningkat. Akibatnya ion natrium yang berasal dari luar mudah masuk kedalam akson dan muatan berubah menjadi positif. Kejadian ini disebut potensial aksi. Potensial aksi berjalan terus di sepanjang akson, itu yang disebut impuls saraf.
B.      Impuls saraf melintasi sinaps
      Sinaps menghubungkan akson dari suatu neuron dengan dendrit atau badan sel neuron lain. Hubungan  itu penting karena dapat mengendalikan komunikasi antar neuron. Sinaps meneruskan impuls saraf dari sutu neuron ke neuron lain dengan cara melepaskan suatu agen kimia yang disebut neurotransmiter.
      Molekul neurotransmiter disimpan dalam kantong sinaps, di bonggol akson. Ketika impuls saraf merambat hingga mencapai bonggol akson, gerbang ion kalsium terbuka. Adanya ion natrium merangsang  kantong sinaps untuk melebur dengan membran neuron parasinaps sehingga molekul neurotransmiter di lepas ke celah sinaps. Salah satu neurotransmiter yang paling dikenal adalah asetikolin (Ach). Dalam beberapa beberapa sinaps, pada membran pascasinaps terdapat enzim khusus yang menjadikan neurotransmiter tidak aktif. Misalnya, asetikolinestrase (AchE), yaitu suatu enzim yang mampu menghidrolisis asetikolin sehingga rangsangan tidak terjadi secara terus menerus.
                            
4.    Organisasi (klasifikasi) Sistem Saraf  Pada Manusia
       Sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2 kelompok besar, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan sistem saraf tepi dikelompokkan atas serabut saraf motorik (saraf aferen) dan serabut saraf motorik (saraf eferen).
1)  Sistem Saraf Pusat
     Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsim tulang belakang. Kedua organ tersebut dilindingi oleh tulang; otak dilindungi oleh tulang tengkorak sedangkan sumsum tulang belakang juga dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu otak dilindungi oleh membran tertentu yang disebut meninges. Meninges terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
1)      Piamater
Merupakan lapisan paling dalam yang langsing melapisi otak dan sumsum tulang belakang.
2)        Araknoid
Merupakan lapisan tengah yang terletak diantara piamater dan duramater. Terdapat suatu cairan serebrospinal, yang berfungsi sebagai bantalan yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari guncangan.
3)        Durameter
Merupakan lapisan yang paling luar. Teksturnya sangat keras dan menyatu dengan tengkorak.
       Di antara piameter dan araknoid terdapat suatu ruang yang berisi cairan serebrospinal, cairan ini berfungsi untuk bantalan otak dan sumsum tulang belakang dari goncangan. Sistem saraf pusat memiliki 2 tipe jaringan saraf yaitu berupa substansi kelabu dan substansi putih. Dikatakan substansi kelabu karena jaringan saraf tersebut terdiri atas badan-badan neuron, yang berukuran pendek, dan tidak mengandung mielin. Sedangkan dikatakan substansi putih karena dibentuk oleh jaringan akson berselubung mielin.
1.    Otak
      Otak merupakan pusat kontrol dari sistem saraf. Otak dibangun lebih dari 100 milyar neuron. Setiap neuron dapat berkomunikasi dengan ribuan neuron lainnya untuk menghasilkan komunikasi yang kompleks dan pengontrolan jaringan kerja.
     Diperkirakan otak rata-rata beratnya 1,6 Kg pada laki-laki dan 1,45 kg pada perempuan. Perbedaan berat otak disebabkan karena otak laki-laki lebih berat daripada otak perempuan. Namun, ukuran otak tidak ada hubungannya dengan kecerdasan seseorang. Kecerdasan seseorang ditentukan oleh jumlah dan kompleksitas hubungan antara milyaran sel-sel otak.
      Otak manusia dibedakan atas tiga bagian, yaitu : otak depan, otak tengah, otak belakang. Otak berkembang pada ujung anterior sumsum tulang belakang. Saluran tengah sumsum tulang belakang meluas mencapai otak dan membentuk rongga yang disebut ventrikel.

a.    Otak depan
      Otak depan biasa disebut otak besar atau serebrum, terdiri atas 2 bagian utama, yaitu telensepalon dan diensepalon. Telensepalon merupakan bagian otak yang berkembang secara cepat, baik menurut ukuran maupun kompeksitasnya. Semua informasi sensorik diterima pada bagian serebrum. Serebrum terdiri atas dua belahan (kanan dan kiri) yang disebut hemisfer serebral. Kedua belahan otak ini dihubungkan oleh serangkaian serabut saraf yang disebut korpus kalosum.
      Pada hemisfer serebral terdapat beberapa celah dangkal yang membagi hemisfer serebral atas 4 lobus. Celah dangkal itu disebut sulkus. Sedangkan 4 lobus tersebut adalah lobus frontal, lobus pariental, lobus temporal, dan lobus oksipital.
       Pada permukaan serebrum, terdapat lapisan tipis yang menutupi hemisfer serebral, yang disebut korteks serebrum. Lapisan ini berbentuk lipatan-lipatan yang dapat membesar luas permukaanya. Korteks ini terdiri dari lebih 1 milyar badan sel neuron. Pada bagian ini intelegensi, ingatan, kemampuan berpikir, dan semua kegiatan ditentukan.
       Diensepalon terdapat di depan otak tengah. Bagian ini mengandung beberapa komponen, antara lain berupa talamus, hipotalamus, kelenjar pineal, dan kelenjar pituitari.
1.        Talamus terdiri atas substansi kelabu yang dibangun oleh sejumlah badan sel, dendrit, dan akson yang tidak berselubung mielin. Talamus merupakan tempat penerimaan semua informasi sensorik, kecuali penciuman. Selanjutnya, informasi tersebut dikirim ke serebrum.
2.      Hipotalamus berada di bawah talamus dan berfungsi mengatur berbagai proses. Misalnya, mengatur tempratur tubuh, dorongan seks, metabolisme karbohidrat, rasa lapar, dan rasa haus. Selain itu  Hipotalamus juga berfungsi mengontrol kelenjar pituitari. Dengan cara demikian terjalin hubungan kerja sama antara sistem saraf dan sistem hormon.
3.      Kelenjar pituitari
Fungsinya sebagai sekresi hormon
4.      Otak tengah ( bagian atas depan )
Fungsinya merupakan pusat refleks mata        

b.    Otak tengah
     Otak tengah atau mesensepalon mulanya merupakan sebuah pusat koordinasi dari respon, refleks untuk indra penglihatan. Selama perkembangannya, otak ini melakukan fungsi tambahan yang berhubungan dengan indra perasa dan indra pendengaran, meskipun ukurannya tidak berubah. Bagian dasar otak tengah disebut optik rektrum, yaitu suatu penebalan dari substansi kelabu yang menghubungkan sinyal-sinyal penglihatan dan pendengaran. Funsinya sebagai pusat keseimbangan, koordinasi gerak otot secara sadar dan posisi tubuh.

                                                                                                    
c.    Otak belakang
        Otak belakang atau rhombensepalon atau  merupakan bagian otak yang bersambungan dengan sumsum tulang belakang. Bagian ini terdapat beberapa komponen utama otak yaitu : serebelum, pons, dan medula oblongata.
1.         Cerebellum dikenal sebagai pusat koordinasi motorik tak sadar dari otak, yang menanggapi gerak refleks dan terhadap gerakan yang direncanakan oleh otak. Cerebellum juga berfungsi sebagai pengontrol sifat dan keseimbangan tubuh.
2.         Pons merupakan bagian dari  batang otak berupa gembungan yang terletak di atas medula oblongata. Fungsi dari pons untuk bertindak sebagai jembatan saraf yang menghubungkan dua belahan otak kecil, otak depan dengan otak belakang, dan otak depan dengan sumsum belakang.
3.         Medula oblongata merupakan bagian otak pada pangkal otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Medula berukuran kira-kira panjangnya 2,5 cm dan tebal 1 cm, fungsinya mengontrol pernapasan, mengatur denyut jantung, dan menyebabkan pembuluh darah mengecil dan melebar.
        Pons,  medula oblongata, dan menesepalon bersama-sama membentuk struktur yang disebut batang otak. Batang otak merupakan kelanjutan dari sumsum tulang belakang.

2.      Sumsum tulang belakang
      Sumsum tulang belakang merupakan masa jaringan saraf berbentuk silinder pipih dan membujur di dalam saluran ruas-ruas tulang belakang (vertebrata). Panjang rata-rata sumsum tulang belakang adalah 45 cm pada laki-laki dewasa dan 42 cm pada perempuan dewasa.
        Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Bagian yang seperti sayap yang terbagi atas sayap yang disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensorik dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motorik. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf.
        Sumsum tulang belakang dianggap sebagai jalan raya utama untuk lintasan komunikasi dalam sistem saraf. Sumsum menerima informasi yang dibawah oleh sensor sensorik dari tubuh dan mengirimkannya ke otak. Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.
b.        Sistem Saraf  Tepi (Perifer)

      Sistem saraf perifer adalah saraf-saraf yang berada di luar sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), yang terdiri dari saraf dan ganglia (tunggal ganglion) . Ganglion adalah simpul-simpul saraf yang berasal dari berbagai bagian tubuh.
          Sistem saraf perifer merupakan saraf yang menyebar pada seluruh bagian tubuh yang melayani organ-organ tubuh tertentu,seperti kulit, persendian, otot, kelenjar, saluran darah dan lain-lain. Tidak seperti sistem saraf pusat, sistem saraf perifer tidak dilindungi tulang. Sistem saraf perifer disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
        Menurut tempat asalnya, semua saraf pada sistem saraf tepi  dapat dibedakan atas saraf kranial dan saraf spinal. Pada manusia terdapat 12 pasang saraf kranial yang keluar dari permukaan dorsal otak. Saraf kranial terkonsentrasi di daerah kepala, leher, wajah, kecuali saraf yang disebut saraf vagus.
       Dan juga terdapat saraf kranial sejumlah 31 pasang, yang keluar dari dorsal otak. Dan fungsinya membawa impuls dari dan ke sumsum tulang belakang. Pada umumnya, saraf kranial dan saraf spinal mengandung neuron sensorik dan neuron motorik. Namun, sebagian kecil dari saraf kranial dan saraf kranial ada yang hanya mengandung neuron motorik. Secara struktural, sistem saraf tepi terdiri atas dua kelompok.
Yaitu sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom :
1.      Sistem saraf somatik/somatis
      Sistem saraf  somatik (saraf sadar) merupakan sistem saraf yang melayani kulit, otot rangka, dan tendon. Saraf somatik meliputi saraf-saraf yang menerima dan menghantarkan informasi dari reseptor sensorik ke sistem saraf pusat dan menyampaikan perintah dari sistem saraf pusat ke otot rangka. Mereka disebut saraf sadar karena bekerja menurut sistem kesadaran kita.
     Pada gerak refleks, impuls saraf bergerak darireseptor sensorik di sepanjang serabut saraf sensorik menuju akar dorsal pada sumsum tulang belakang. Didalam sumsum tulang belakang pesan disampaikan ke sejumlah neuron asosiasi. Beberapa neuron asosiasi membentuk sinaps dengan neuron motorik, sehingga pesan dapat mengalir di sepanjang serabut saraf motorik menuju efektor. Dengan demikian impuls berjalan melalui jalan yang pendek, yang biasa disebut lengkung refleks.
      Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh, antara lain kaki, tangan, dan otot lurik.
         Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.

Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut:

a.    Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemah- kan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan meng- isyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
b.    Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas, kulit akan menyampaikan
      informasi tersebut ke otak. Kemudian otak mengisyaratkan pada tangan         
      untuk menghidupkan kipas angin.
c.    Ketika kita melihat kamar berantakan, mata akan menyampaikan informasi      tersebut ke otak, otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar.
2.      Sistem saraf otonom
      Sistem saraf otonom (tak sadar) merupakan bagian dari sistem saraf pusat yang bekerja mengatur dan mengendalikan otot dan jantung, otot-otot polos, dan sejumlah kelenjar secara permanen. Disebut sistem saraf otonom karena sifat kerja sistem saraf ini  tidak menuruti kemauan kita atau kehendak kita.
     Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Pada kedua sistem saraf otonom ini terdapat ganglion yang berfungsi sebagai penghubung antara sistem saraf pusat dan struktur tubuh yang dilayani oleh sistem saraf otonom (efektor).
     Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik :
a.       Sistem saraf simpatik
     Sistem saraf simpatik meliputi saraf-saraf keluar pada daerah vertebrata torak dan vertebrata lumbar. Oleh karena itu sistem saraf ini disebut juga sistem saraf torakolumbar.
     Sistem saraf simpatik disebut sistem saraf torakolumbar, karena saraf     preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang.
       Pada sistem saraf simpatik, serabut-serabut saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang tidak langsung menuju efektor, melainkan terlebih dahulu membentuk sinaps di dalam ganglion.
      Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.

1.       Mempercepat denyut jantung
2.      Memperlebar pembuluh darah
3.      Memperlebar bronkus
4.      Mempertinggi tekanan darah
5.      Memperlambat gerak peristaltis
6.      Memperlebar pupil
7.      Menghambat sekresi empedu
8.      Menurunkan sekresi ludah
9.      Meningkatkan sekresi adrenalin.


b.      Sistem saraf parasimpatik
       Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring- jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh.
       Sistem saraf parasimpatik memiliki serabut-serabut preganglion berukuran panjang dan serabut-serabut pascaganglion berukuran pendek. Artinya, pada sistem saraf parasimpatik ganglia berada dekat dengan organ atau berada didalam organ. Pada sistem saraf ini, transmiternya adalah berupa asetikolin.
       Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.

Sistem Saraf Parasimpatik
Sistem Saraf Simpatik
-          Mengecilkan pupil

-          Menstimulasi aliran ludah

-          Memperlambat denyut jantung
-          Membesarkan bronkus

-          Menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan

-          Mengerutkan kantung kemih
-          Memperbesar pupil

-          Menghambat aliran ludah

-          Mempercepat denyut jantung

-          Mengecilkan bronkus

-          Menghambat sekresi kelenjar pencernaan

-          Menghambat kontraksi kandung kemih

Tabel : Fungsi Saraf Otonom             
5.    Pengaruh obat – obatan dan narkoba terhadap sistem saraf
       Penyalahgunaan obat-obatan dan narkoba dapat terjadi jika seseorang mengkonsumsi barang tersebut dengan dosis tinggi dan dalam keadaan sehat. Perbuatan tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan bahkan mengakibatkan kematian.
       Penggunaan obat – obatan dan narkoba secara terus menerus dalam jangka waktu panjang membuat tubuh menjadi toleran. Kondisi demikian akan menyebabkan pengguns menjadi tergantung secara fisiologis atau dikenal dengan istilah adiksi.
      Pada umumnya ada dua efek obat-obatan dan narkoba terhadap sistem saraf. Pertama, mempengaruhi bagian otak yang mengatur mental dan emosi (sistem limbik). Kedua, menyebabkan meningkatnya atau terhambatnya kerja neurotransmiter di sinaps.
Berikut adalah contoh obat-obatan dan narkoba yang mempengaruhi sistem saraf :
a.       Kokain
     Kokain adalah derivat alkoloid dari sejenis tumbuhan semak yang disebut erythroxylon coca. Kokain biasa digunakan untuk obat bius (anestesi) pada waktu operasi.
      Pada dasarnya, kokain bekerja menghambat sinaps dari dopamin. Hal ini dapat menimbulkan sensasi gembira dan membangkitkan semangat pada pengguna. Penyalahgunaan kokain akan mengakibatkan ketagihan, rasa mual, berkeringat, dan berhentinya sistem respirasi. Pada akhirnya penggunaan kokain dalam jangka lama akan merusak otak.
b.      Heroin/morfin
      Heroin dan morfin biasa digunakan sebagai penghilang rasa sakit (pain killer). Dalam hal ini heroin menempel pada reseptor untuk melepas endorfin. Endorfin adalah semacam neurotransmiter khusus penghilang rasa sakit dan menghasilkan rasa tenang. Heroin, morfin, dan opium tergolong obat-obatan narkotika. Penyalahgunaan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan dan kerusakan sistem kardiovaskuler.
c.       Mariyuana
       Mariyuana adalah tumbuhan semak Canabis Sativa yang daunnya mengandung zat yang memabukkan. Mariyuana biasa digunakan untuk terapi mual, penyakit glukoma, dan terapi kanker.
       Mariyuana dapat menimbulkan halusinasi, depresi, rasa khawatir, dan paranoid. Penyalahgunaan obat-obatan tersebut dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan menurunkan jumlah sperma serta jumlah testosteron pada laki-laki.
d.      Alkohol
       Alkohol merupakan obat luar yang dipergunakan sebagai pembunuh kuman (desinfektan). Namun, sebagian orang menggunakan alkohol sebagai minuman. Mereka beranggapan alkohol dapat menghilangkan rasa takut, gelisah, dan ragu-ragu.
       Alkohol dapat menurunkan fungsi otak. Alkohol pada sebagian orang dapat mengakibatkan bertambahnya tingkat kecemasan. Namun, pada sebagian orang mungkin dapat menurunkan tingkat ketegangan saraf, rasa cemas, atau merangsang selera makan. Sebagian dari mereka menyesal setelah pengaruh dari alkohol tersebut hilang dari diri mereka.
      Kadar alkohol yang tinggi (sekitar 7%) di dalam darah dapat melumpuhkan medula oblongata atau otak belakang yaitu bagian otak yang mengontrol pernapasan dan denyut jantung.

6.    Kelainan dan Gangguan pada sistem Saraf
        Sistem saraf dapat mengalami gangguan dalam menjalankan fungsinya, gangguan dalam sistem saraf dapat berakibat terjadinya beberapa penyakit degeneratif pada sistem saraf. Berikut ini beberapa penyakit degeneratif utama pada sistem saraf :
a.       Penyakit Alzheimer
          Penyakit Alzheimer ditandai dengan hilangnya kemampuan berpikir (mengingat)secara berangsur-angsur dan  ketidakmampuan tubuh melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Di dalam tubuh penderita ditemukan ketidak normalan sel-sel saraf di seluruh bagian otak, terutama pada bagian hipokampus dan amigdala. Ada 2 bentuk ketidaknormalan pada sel saraf. Pertama, terdapat lempengan protein yang disebut beta amiloid, yang menempel dan menyelubungi akson. Kedua, struktur serabutneuron didalam akson dan disekitar nukleus menyerupai benang kusut.
         65% dari penderita penyakit alzheimer memiliki tipe gen tertentu yang disebut APOE4. Meskipun demikian, para peneliti tidak mengetahui mengapa pewarisan gen tersebut dapat menyebabkan penyakit alzheimer.
b.      Penyakit Parkinson
        Penyakit parkinson ditandai dengan mata melebar, pandangan kosong, jemari bergetar tidak terkendali, otot kaku, dan kaki terasa berat dilangkahkan (berjalan dengan menyeret kaki). Penyakit ini disebabkan karena degenerasi sel-sel saraf sehingga tidak cukup menghasilkan dopamin dalam otak. Dopamin merupakan inhibitor neurotransmiter atau bersifat menghambat kerja asetikolin.
        Celakanya, dopamin tidak mungkin diberikan kepada penderita parkinson, karena pembuluh kapiler di otak bersifat tidak permeabel. Gejala-gejala penyakit ini dapat dikurangi dengan memberi obat L-dopa pada penderita, yaitu semacam zat kimia yang dapat berperan sebagai dopamin dalam tubuh hingga sel-sel mengambil peran tersebut.
c.       Penyakit Meningitis
       Penyakit meningitis atau radang selaput otak dan sumsum tulang belakang biasa disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria meningitidis. Gejala penyakit ini ditandai dengan sakit kepala, demam, dan sakit pada leher. Penyait ini dapat dicegah dengan imunisasi MMR.
d.      Penyakit Poliomielitis
      Penyakit Poliomielitis disebabkan oleh nfeksi virus yang menyerang sistem saraf atau substansi kelabu pada sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan pada kanak-kanak dan termasuk penyakit menular.
e.       Penyakit Epilepsi
      Penyakit Epilepsi  atau ayan disebabkan oleh gangguan saraf di otak. Pada ssat kambuh, penderita mengalami kehilangan kesadaran yang disertai kejang-kejang pada tubuh dan mulut berbuih.





      
     

       



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
-          Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi anggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron
-          Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu : sistem saraf sadar, dan Sistem saraf tak sadar Kemudian berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu: saraf simpatik dan saraf parasimpatik.
-          Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Sistem saraf dibagi menjadi dua, yaitu sitem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari sitem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar.












DAFTAR PUSTAKA


Buku Biologi sains dalam kehidupan SMA Kelas XI Kurikulum 2004

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar